
Pemilihan buah delima sebagai simbol bukanlah tanpa alasan. Buah delima sarat akan makna filosofis yang selaras dengan profesi bidan. Buah ini dikenal memiliki banyak biji yang menyatu dalam satu kesatuan yang kokoh, terbungkus oleh kulit yang kuat.
Dengan demikian, Bidan Delima merepresentasikan sebuah sistem pelayanan kebidanan yang komprehensif, kuat, dan penuh dedikasi di bawah naungan IBI.
Untuk bisa menyandang status Bidan Delima, seorang bidan tidak bisa serta-merta mendaftar. Ada serangkaian syarat ketat yang harus dipenuhi, mencakup aspek legalitas, kompetensi, sarana prasarana, hingga komitmen terhadap pengembangan profesi. Proses ini memastikan bahwa hanya bidan yang benar-benar berkualitas yang dapat bergabung dalam jaringan ini.
Melalui Bidan Delima, IBI berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan bidan demi menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia, yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
– Ikatan Bidan Indonesia (IBI)
Berikut adalah rincian syarat-syarat yang harus dipenuhi, yang kami sajikan dalam tabel agar mudah dipahami.
| Kategori Persyaratan | Detail dan Keterangan |
|---|---|
| Legalitas dan Administrasi |
|
| Sarana dan Prasarana |
|
| Kompetensi dan Pelayanan |
|
| Komitmen |
|
Menjadi Bidan Delima melibatkan proses yang terstruktur. Ini bukan sekadar pendaftaran, melainkan sebuah siklus penilaian dan pembinaan berkelanjutan. Berikut adalah tahapan umum yang harus dilalui seorang bidan:
Calon peserta mendapatkan informasi dari Pengurus Cabang (PC) IBI setempat mengenai program Bidan Delima. Jika tertarik dan merasa memenuhi syarat awal, bidan dapat mendaftarkan diri.
Bidan akan diminta mengisi formulir pendaftaran dan melakukan penilaian mandiri (self-assessment) terhadap kondisi praktik dan kelengkapan syarat yang dimiliki. Kejujuran pada tahap ini sangat penting.
Setelah pendaftaran diterima, tim fasilitator Bidan Delima yang ditunjuk oleh IBI akan melakukan kunjungan langsung ke tempat praktik. Tujuannya adalah untuk memverifikasi data dari self-assessment dengan kondisi riil di lapangan. Fasilitator akan menilai semua aspek, mulai dari kelengkapan dokumen, kebersihan ruangan, ketersediaan alat, hingga alur pelayanan.
Jika hasil validasi menunjukkan bahwa bidan telah memenuhi semua standar yang ditetapkan, maka ia akan dinyatakan lulus dan berhak menyandang status serta menggunakan merek “Bidan Delima”. Bidan akan mendapatkan sertifikat, plang nama, dan atribut lainnya.
Status Bidan Delima tidak berlaku seumur hidup. Akan ada proses pembinaan dan re-validasi yang dilakukan secara periodik (biasanya setiap beberapa tahun) untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga dan terus meningkat seiring perkembangan ilmu pengetahuan.
Program ini memberikan keuntungan dua arah: bagi masyarakat (pasien) yang mencari layanan dan bagi bidan itu sendiri sebagai penyedia layanan.
Meskipun semua bidan yang berpraktik secara mandiri harus memiliki STR dan SIPB, ada perbedaan mendasar antara Bidan Delima dengan BPM yang belum tergabung dalam jaringan ini. Tabel perbandingan berikut akan memperjelasnya.
| Aspek Pembeda | Bidan Delima | Bidan Praktik Mandiri (BPM) Biasa |
|---|---|---|
| Standarisasi | Mengikuti standar mutu tambahan yang divalidasi secara ketat dan seragam oleh IBI di seluruh Indonesia. | Mengikuti standar minimal yang diwajibkan oleh pemerintah (STR & SIPB). Standar mutu praktik bisa bervariasi. |
| Pengawasan & Validasi | Diawasi dan divalidasi secara berkala oleh tim fasilitator IBI untuk menjaga konsistensi kualitas. | Diawasi oleh Dinas Kesehatan setempat, namun umumnya tidak ada proses validasi mutu tambahan yang spesifik seperti Bidan Delima. |
| Branding & Identitas | Memiliki merek dagang (logo dan nama) yang dikenal luas sebagai simbol kualitas dan kepercayaan. | Tidak memiliki merek atau identitas terstandar yang diakui secara nasional. Citra dibangun secara perorangan. |
| Pembinaan Berkelanjutan | Mendapatkan program pembinaan, pelatihan, dan update ilmu secara terstruktur dari IBI. | Pengembangan diri dan update ilmu lebih bergantung pada inisiatif pribadi masing-masing bidan. |
| Jaringan | Tergabung dalam jaringan nasional yang solid dengan sistem informasi dan dukungan terpadu. | Berjejaring secara mandiri atau melalui IBI cabang tanpa ada ikatan program standarisasi khusus. |
Setelah memahami keunggulannya, kamu mungkin bertanya bagaimana cara menemukan Bidan Delima di sekitar lokasimu. Berikut beberapa cara yang bisa kamu coba:
Memilih Bidan Delima adalah sebuah investasi untuk kesehatan ibu dan bayi. Ini adalah langkah cerdas untuk mendapatkan pelayanan kebidanan yang tidak hanya legal, tetapi juga terjamin kualitas, keamanan, dan profesionalismenya. Dengan adanya program ini, IBI telah memberikan sebuah tolok ukur yang jelas bagi masyarakat dalam memilih layanan dan bagi para bidan dalam memberikan pelayanan terbaiknya.
Bidan Kompeten - Alumni penugasan Nusantara Sehat Team Based Kementerian Kesehatan Republik Indonesia